[Cerpen] Tentang Utang yang (belum) Lunas

Lelaki tua itu datang saat jam tua di dinding rumahmu menunjukkan angka sembilan lewat lima malam. Dia masuk tanpa salam apalagi senyum ramah. “Utangmu sudah jatuh tempo, Herman. Serahkan sekarang, dua juta dengan bunga.” Dia memelintir kumis putihnya. Istri dan kedua anak perempuanmu diam di sudut ruangan kecil yang kalian sebut rumah ini. Teta, anak […]

[Catatan] Semesta Membuat Semuanya Menarik

“Sebab dengannya, hal yang rumit akan menjadi lebih mudah untuk dijalani…” -Aip Adam- Apa hal-hal sederhana yang, kalian para lelaki, sering lakukan terhadap perempuan yang kalian sayangi? Mengirimkan puisi? Bunga? Menyanyikan lagu? Kata-kata gombal? Atau membelikan hadiah? Apapun itu, semoga kalian bahagia dengan cara kalian masing-masing. Kemarin saya sempat ngobrol dengan salah satu teman yang […]

[Lipogram] Tanpa Huruf I: Tentang Hubungan yang Salah

  TETA “Semalam aku menelepon nomormu dan tak pernah tersambung. Kau ke mana saja, Sayang?” tanyaku dengan tekanan pada kata ‘sayang’. Ram, pacarku, menggaruk belakang lehernya yang kutahu sedang tak gatal. “Kau ke mana saja semalam, Ramon?” Kuulang pertanyaanku. “Maaf, Sayang. Aku semalam nonton bola bersama teman-teman kantor. Aku lupa bawa charger handphone.” Ram mencoba […]

[Sastra Kepo] Tentang Idha, Istriku

Namanya Idha. Bulan depan dia berumur sembilan belas tahun, dua tahun di atasku. Wajahnya cantik dan polos, khas perempuan desa. Dia anak kepala desa. Dan dia istriku. Kami menikah dua tahun lalu, saat umurku lima belas tahun dan dia tujuh belas tahun. Kami dijodohkan dan saling jatuh cinta sejak malam pertama kami. Anak kami lahir […]