#BGANia : Bahagia Itu Sederhana

Se-sederhana pelukan Ibu…
Se-sederhana bercanda bersama sahabat…
Se-sederhana mendengar suaranya di telepon…
Se-sederhana mengetahui dia baik-baik saja…
Se-sederhana tertawa bersama…
Se-sederhana saat kau bilang, “Semua akan baik-baik saja, Dhila…”

Bahagia itu kamu yang menentukan. Bukan orang lain. Bukan aku. Bahagia itu tidak dicari, tapi kauciptakan.

Seseorang selalu berkata itu pada saya. Bukan. Bahkan banyak yang bilang itu padaku. Sahabat-sahabat, buku-buku yang saya baca, kutipan-kutipan, bahkan senyum Ibu juga bilang soal itu.

Bahagia bukan berarti tidak punya masalah. Bahagia bukan berarti tak punya keluhan. Bahagia bukan berarti tak punya kesedihan. Siapa sangka saat menulis ini, 19 Agustus 2014, saya sedang mengalami kesedihan. Sedih yang menyesakkan.

Kau boleh bersedih, tapi jangan menghancurkan dirimu.

Kalimat dari seorang–yang saya paksa menjadi–sahabat sekaligus kakak itu menjadi semacam kekuatan buat saya. Tiap kali saya bersedih, tiap saya menangis, tiap saya merasa terpuruk, saya selalu melafal ‘mantra’ itu dalam hati. Dia dan juga orang-orang yang saya sayangi selalu meyakinkan saya bahwa seharusnya tak ada alasan bagi saya untuk bersedih lama-lama.

Saya–kita–punya Tuhan yang tak pernah tidur, yang selalu siap mendengar apapun curhatan yang ditujukan kepada-Nya. Saya punya dia yang selalu siap mendengarkan saya bagaimanapun kondisi fisik dan mental saya. Saya punya sahabat-sahabat yang tulus menyayangi saya. Mereka membuat saya menjadi mengerti apa arti ‘bahagia itu sederhana’.

Bahagia itu bersyukur.

Bersyukur saya diberi cobaan oleh-Nya.
Bersyukur saya masih diberi masalah sehingga masih bisa berkata ke masalah bahwa, saya punya Tuhan yang lebih besar dari masalah itu sendiri.
Bersyukur saya diberi keluarga dan sahabat yang baik dan tulus.
Bersyukur bahwa setiap air mata, berteman dengan senyum kebahagiaan.

Saat menulis ini saya memang sedang bersedih. Saya tak mau membagi kesedihan saya kepada kalian, terlalu drama nantinya. Tapi boleh saya meminta, tolong doakan saya kuat dan tak lari. Saya ingin menghadapi masalah itu. Saya ingin seseorang bangga kepada saya. :’)

Kemarin ada yang berkata begini pada saya, “Kak Dhil, ajari aku bahagia dong…”
Saya menjawab, “Bahagia itu tidak pakai rumus atau teori apapun. Standar bahagiaku denganmu beda. Tentukan sendiri bahagiamu.”

Bulan Agustus ini, saya mendapat banyak kebahagiaan–yang tak mungkin semua saya tulis di sini. :p

Saya bertemu dengan sahabat-sahabat dari SMP yang setahun lebih tak saya temui. Salah satu dari mereka tahu-tahu sudah melahirkan anak kedua.

image

๐Ÿ™‚

image

Ini dedek Farid

Saya mendapat kado buku dari ‘kembaran’ saya yang sedang berada di luar negeri.

image

Sebagian kejutan buku bulan Agustus

Saya bisa merasakan pelukan Ibu lebih lama dan lebih banyak dari belakangan ini.

image

Mirip gak sama Ibu? ๐Ÿ˜€

…dan saya masih bisa merasakan rindu pada seseorang yang sedang diam di sana. That’s so simple. :’)

Sesederhana itu bahagiaku.
Bagaimana denganmu?

Hei, don’t forget to be happy, yess! ^^

-dhilayaumil-

*Tulisan ini diikutsertakan di dalam lomba #BGANia yang diadakan di sini

Iklan

2 thoughts on “#BGANia : Bahagia Itu Sederhana

  1. Bahagia itu kita yang buat.
    Sesulit apapun yang kita hadapi, lalu kita coba untuk sedikit saja untuk tersenyum ada hal positif yang akan sampai ke diri kita juga. ๐Ÿ™‚
    Kalo aku ya dhil, ketika Allah lagi coba diri kita aku selalu ingat kata-kata dari murobku, dia berpesan seperti ini
    “Allah itu kasih ujian pada kita pada saat titik terlemah kita. Jika kita belum mendapat pertolongan dari Allah itu tandanya kita masih mampu untuk bertahan. Allah sedang rindu berdua padamu, coba koreksi, ibadahmu gimana sama Dia?”
    Mehehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s