[Cerpen] Tentang Cinta Pandangan Pertama dan yang Kadaluarsa

Arteta tak percaya cinta pada pandangan pertama. Menurutnya cinta tak dibangun dari pertemuan pertama. Pandangan pertama adalah kesan. Selanjutnya baru bisa dipastikan apakah seseorang bisa jatuh cinta atau malah tak peduli. Setidaknya itu yang bisa ia simpulkan sampai saat ini.

“Hah, kau ini. Jadi kapan kau akan jatuh cinta?”

Perempuan itu menggeleng pelan. “Tak tahu, Jam. Mungkin lusa, sebulan, setahun, atau mungkin lima tahun lagi? Entahlah. Aku belum kepikiran.”

Ajam berdecak. Sahabatnya ini memang susah ditebak. Pikirannya ruwet kayak benang kusut. Tapi kadang-kadang bisa mengeluarkan pernyataan yang bikin Ajam kagum padanya.

“Kamu percaya cinta pada pandangan pertama, Jam?” Teta balik bertanya.

“Hmmm… sepertinya enggak. Eh, tapi, enggak tau deh. Aku belum pernah ketemu perempuan yang saat ketemu pertama kali sudah bikin aku deg-degan atau merasa ‘ini nih cewek idamanku’.”

Teta tersenyum.

“Apa cinta bisa hadir karena terbiasa, ya? Sering sama-sama, sering ngobrol, sering jalan sama-sama….”

“Tidak semua, Jam. Kalau cinta kayak gitu, mungkin kita berdua sudah saling jatuh cinta. Hahaha–”

Ajam menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal. “Iya, sih. Berarti cinta itu … rahasia Tuhan. Hakhakhak.”

*

“Apa cinta punya masa kadaluarsa juga?” tanya Ajam pada suatu sore.

“Mungkin, Jam.” Mata perempuan beralis tebal itu menerawang. Menatap kosong pada hamparan kembang sepatu di halaman rumah Ajam.

“Mungkin?”

Teta mengangguk. “Mungkin cinta punya masa kadaluarsanya, mungkin juga tidak. Mama dan papaku berpisah mungkin karena sudah tak ada cinta lagi dalam diri mereka untuk satu sama lain. Cinta mereka sudah kadaluarsa.” Ada nada sedih dalam suara Teta.

“Tapi cinta mereka ke kamu ‘kan tidak akan kadaluarsa. Hehehe–”

Teta mengangguk. “Itulah hubungan cinta yang dibangun oleh darah, Ajam.” Teta mengerling pada sahabatnya itu.

“Apa hubungan persahabatan kita punya masa kadaluarsa juga?” Ajam memandang lekat perempuan yang sejak kecil sudah sangat dekat dengannya itu.

Teta mendelik. Ia lalu merengkuh lengan kiri Ajam, memeluknya erat. “Jangan sampai, Ajam. Aku sayang sama kamu dan aku enggak mau suatu hari nanti kita pisah, hubungan kita renggang, dan aku enggak punya Ajam buat tempat aku ngapa-ngapain lagi….”

Ajam mengacak rambut Teta. “Berarti rasa sayang yang kita bangun tak punya masa kadaluarsa. Iya kan?”

Teta mengangguk. “Janji kamu enggak akan ke mana-mana kan?”

“Aku di sini. Emang mau ke mana? Dasar, manja!”

Teta makin mempererat pelukan di lengan Ajam.

*

Teta bangun dengan perasaan kosong. Matanya sembab. Semalam ia mimpi buruk. Mimpi Ajam pergi meninggalkannya ke suatu kota tanpa sekali pun memberi kabar pada Teta. Dalam mimpinya ia menangis. Jika ada kata untuk menggambarkan perasaan di atas rasa sakit, mungkin itu yang ia rasakan.

Tanpa sadar ia mengambil ponsel di dekat bantalnya, lalu menghubungi nomor Ajam. “Sudah bangun?”

“Iya dong, ini baru mau mandi trus siap-siap ke kantor. Ada apa?”

Teta menggeleng. Ada yang menggenang di sudut matanya. “Enggak apa-apa. Cuma kangen denger suara kamu yang baru bangun.”

Terdengar Ajam terkekeh. “Dasar manja! Enggak bisa, ya, sehari enggak denger suara sahabatmu yang keren ini? Hahaha.”

Dalam kondisi biasa mungkin Teta akan mengumpat pada Ajam, tapi tidak dengan mimpi yang barusan ia dapatkan. “Enggak, Jam. Jangan suruh aku bayangin. Kita sarapan bareng yuk nanti!” Lalu Teta mengakhiri obrolan.

Teta tepekur. Ia menghapus bekas air mata di wajahnya. Mimpi tadi sungguh menyakitkan.

**

-dhilayaumil-

Iklan

One thought on “[Cerpen] Tentang Cinta Pandangan Pertama dan yang Kadaluarsa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s