#7HariMenulisSuratRindu Day 6 : Kepada si Tukang Sindir

Kepada Om Miko yang (terlalu) baik, Aku tak akan bertanya kabar, sebab hampir tiap hari kita berbincang. Mungkin pertanyaanku seperti ini: apa kabar kenangan-kenangan yang kau pelihara? Apakah mereka tumbuh subur? :)) Ah, pasti tambah subur. Mengingat kenangan kau pelihara untuk kau tertawai sewaktu-waktu. Semoga kau ingat pernah mengeluarkan pernyataan begini: “Apa aku bilang, Dhil. […]

#7HariMenulisSuratRindu Day 5 : Kepada G.

Kepada sahabat-sahabat LDR-ku, Genkbooks Persahabatan tidak akan luluh hanya karena sebuah jarak bukan? Iya, aku meyakini itu sejak tujuh tahun lalu. Sejak untuk pertama kali aku berkenalan dengan seseorang di seberang pulau. Sampai beberapa tahun setelahnya aku berkenalan dengan banyak orang yang berbeda pulau denganku. Sampai saat bulan Februari lalu aku ‘dipertemukan’ dengan kalian. Sudah […]

#7HariMenulisSuratRindu Day 4 : Kepada Risti dan Irvan

Untuk Ris-Van, Keluarga Cemaraku Selamat malam, kalian. Bolehkah rindu singgah di jendela-jendela kamar kos atau ruang tidur kalian? Bukan apa-apa, hanya untuk kalian ketahui, sungguh kalian adalah orang-orang yang memberi arti untuk beberapa hal yang berlaku dalam hidupku. Seperti kalian tahu,  nasihat kalian adalah selayaknya doa restu Ayah dan Ibu di rumah. Kalian selalu menjadi […]

#7HariMenulisSuratRindu Day 3: Kepada Ibu

Kepada Ibu nomor 1 di dunia, Sebelumnya,  bisakah engkau memaafkan anakmu yang tak tahu diri ini? Aku tahu aku sudah besar, sudah tidak pantas lagi aku merepotkan Ibu terus-menerus. Sungguh, Bu, aku hendak sekali membahagiakanmu, melihat Ibu tersenyum karena apa yang aku lakukan. Tentulah itu cita-cita yang bahkan hingga saat ini aku rasa belum mampu […]

#7HariMenulisSuratRindu Day 2: Kepada Ayah

Untuk Ayah, Ayahku tersayang, Sedang apakah engkau di rumah? Apa mungkin engkau tengah merindukan aku, putrimu yang nakal ini? Ah, kuharap begitu, Yah. Aku tahu Ayah tidaklah mungkin kekurangan kehangatan, Ibu adalah kehangatan terindah yang pernah aku jumpai. Ibu seperti magma yang terus menghangatkan bumi, tapi meski begitupun, sungguh aku ingin Ayah tidak melupakan aku. […]