[Cerpen] Tentang Burung yang Tak Bisa Terbang

“Mengapa kau tak potong saja sayapku sekalian?” “Apa kau yakin tidak akan sekarat kalau sayap-sayap indahmu itu kupotong?” “Aku ini burung! Aku punya sayap untuk terbang, bukan untuk hiasan di kandang sialan ini!” “Diamlah, kau lebih aman di situ daripada di luar sana. Banyak ancaman buatmu.” “Kau kira kalau aku dikurung di sini terus, aku […]

[Cerpen] Lelaki Tua di Restoran Cepat Saji

“Selamat datang! Ah, ternyata kau, Kakek Joey.” Pramusaji tersenyum hangat padamu. Kau hanya mengangguk tanpa membalas senyumnya. Matamu beralih menatap daftar makanan dan minuman yang disajikan pada papan menu raksasa yang tertempel di dinding samping kasir restoran cepat saji ini. “Seperti biasa, Bertha.” Kau memandang perempuan bertubuh tinggi dengan seragam hitam-merah di hadapanmu. Bertha lagi-lagi […]

[Cerpen] Tentang Sesuatu yang Harus Kita Cukupkan

Medan, November. –Talia– Aku akan memulai dari hal sederhana. Seperti memandang lelaki yang sedang fokus menyetir di sebelahku ini. Lelaki yang sudah empat tahun menjadi sahabatku. Satu-satunya orang yang aku tak malu menjadi tampak jelek di hadapannya. Sesederhana itu. “Kau serius sekali memandangi muka gantengku.” Dia mengerling ke arahku sambil tetap fokus mengendarai mobil yang […]

[Cerpen] Analogi Cinta yang Absurd

                            “Cinta itu kayak pup. Kalau ditahan bisa jadi penyakit dan bikin sesak. Tapi kalau dikeluarin, belum tentu juga hasilnya baik.” -Itty-                                       * “Hai Sipit yang daerahnya suka mati lampu!” sapa Djamall. Sadis. Perempuan cantik bermata sipit yang baru saja disapa oleh Djamall kontan membalas dengan tatapan sinis. “Je, aku punya nama. Panggil Putri, […]