Lovember 25 : Hadiah Ketiga Dari Si Tukang Sindir

Potongan lirik lagu Sahabat Kecil-Ipank Ada yang saking terlalu baik sampai menyusahkan dirinya sendiri. Ada. Seseorang yang karena merasa telah mengecewakan saya tepat di hari ulang tahun saya, dengan teramat baiknya memberikan saya kesempatan mengajukan permintaan sebagai hadiah ulang tahun saya, 4 November lalu. Sebab, saya menyukai angka 4, maka dengan sangat tidak tahu dirinya […]

Lovember 8 : Tentang Perempuan yang Dililit Rindu

               mungkin, pertemuan adalah jawabannya                penawar segala macam rindu                penebus segala macam janji                               -Feti Habsari- Bulan lalu, saya menantang Feti membuat puisi. Dasar perempuan ini sedang dimabuk rindu, lagi-lagi puisi yang dia tulis adalah tentang rindu. (Baca ‘Akhir’ dalam Pertemuan) Mei lalu, harusnya saya bertemu dengan dia di Jakarta. Tapi karena suatu […]

Lovember 7 : She Calls Me, “Pijo”

“Jo, kenapa yang ngertiin kita, yang nasibnya hampir sama, justru jauh banget jaraknya? Kayak kamu ini–” Entahlah. Pertanyaan sama yang bahkan lebih sering saya lontarkan daripada dia. Lagi-lagi hubungan jarak jauh. Jakarta-Makassar. Dia memanggil saya dengan nama “Pijo” sejak awal kami berkenalan di grup WhatsApp, sampai sekarang. Pijo adalah akronim dari Pisang Ijo, salah satu […]

Lovember 6 : Hadiah Kecil Dari Pak Guru Narsis

“Ada waktu di mana kita (sepertinya) ingin memperjuangkan kebahagiaan orang lain dengan cara ‘membunuh’ diri sendiri. Padahal sesungguhnya kita gak ke mana-mana.” -G- Kalimat tersebut dikirim oleh Kak Gilpra tentu karena sebuah sebab. Dan lagi-lagi saya merasa tersindir. Kenapa, sih, orang-orang ini sedang doyan menyindir saya lewat kata-kata mereka? Dia bilang, dia tak membutuhkan sebuah […]