[Cerpen] Tentang Cinta Pandangan Pertama dan yang Kadaluarsa

Arteta tak percaya cinta pada pandangan pertama. Menurutnya cinta tak dibangun dari pertemuan pertama. Pandangan pertama adalah kesan. Selanjutnya baru bisa dipastikan apakah seseorang bisa jatuh cinta atau malah tak peduli. Setidaknya itu yang bisa ia simpulkan sampai saat ini. “Hah, kau ini. Jadi kapan kau akan jatuh cinta?” Perempuan itu menggeleng pelan. “Tak tahu, […]

[Cerpen] Sepeda untuk Hasan

Sebuah sepeda untuk hari ulang tahun Hasan yang kesembilan. Kau tersenyum sendiri setiap membayangkan wajah anakmu yang pasti akan berseri saat melihat hadiah ulang tahunnya itu. Kaududuk di tepi jendela rumahmu yang berhadapan langsung dengan sawah-sawah yang masih hijau. Di kejauhan tampak bukit-bukit kecil. Di sana anakmu Hasan sering bermain-main dengan teman-temannya. “Hasan …,” gumammu […]

[Sastra Kepo] Tentang Idha, Istriku

Namanya Idha. Bulan depan dia berumur sembilan belas tahun, dua tahun di atasku. Wajahnya cantik dan polos, khas perempuan desa. Dia anak kepala desa. Dan dia istriku. Kami menikah dua tahun lalu, saat umurku lima belas tahun dan dia tujuh belas tahun. Kami dijodohkan dan saling jatuh cinta sejak malam pertama kami. Anak kami lahir […]

[Cerpen] Tentang Sesuatu yang Harus Kita Cukupkan

Medan, November. –Talia– Aku akan memulai dari hal sederhana. Seperti memandang lelaki yang sedang fokus menyetir di sebelahku ini. Lelaki yang sudah empat tahun menjadi sahabatku. Satu-satunya orang yang aku tak malu menjadi tampak jelek di hadapannya. Sesederhana itu. “Kau serius sekali memandangi muka gantengku.” Dia mengerling ke arahku sambil tetap fokus mengendarai mobil yang […]